Ini terjadi pada Hari Rabu (11 May 2022) sekitar jam 8 malam di sebuah tikungan jalan-raya (highway) WauBulolo di district, Morobe Province.
Dia adalah Honorable Sam Basil. MP,

Anggota DPR Papua New Guinea perwakilan kabupaten Bulolo. Dia telah menduduki dan mempertahankan kursi ini selama 15 tahun, dan dalam pemilihan tahun 2022 ini akan menjadi periode yang keempat baginya. Namun rencananya tidak terjangkau karena akhir dari perjalanan hidupnya tiba di Rabu malam di salah satu sudut jalan raya WauBulolo dalam kecelakaan lalu lintas yang sangat menyedihkan. Kecelakaan ini sedang diselidiki oleh pihak Kepolisian Negara PNG. Salah seorang ajudannya meninggal kira2 satu jam setelah kecelakaan. Basil menyusulnya di malam yang sama.
Kematiannya sangat tragic dan menimbulkan berbagai prasangka karena kecelakaan ini terjadi sehari sebelum Pembukaan Pendaftaran Calon Peserta Pemilu PNG2022 (2022 Nomination Open).
Ah, sayang…… Sebuah perjalanan hidup yang berakhir tragis.
Alm. Sam Basil lahir dan dibesarkan di Bulolo, Morobe Province. Anak peranakan yang punya hati dan dedikasi yang tinggi bagi orang2 Bulolo dimana ibu kandungnya berasal. Almarhum adalah sosok anak peranakan putih PNG yang tidak sombong di masyarakatnya tetapi paling gigih memerangi korupsi dalam beberapa pemerintah yang terbentuk selama ia muncul sebagai seorang politikus. Ia dan Hon. Belden Namah, MP., anggota Parlemen perwakilan District VanimoGreen di propinsi West Sepik, dikenal sebagai dua orang anggota Opposisi yang sangat ditakuti oleh setiap pejabat tinggi negara maupun oleh beberapa Perdana Menteri. Bahkan pada tahun 2014/2015, keduanya pernah mengusir Sir Michael Somare ketika beliau memasuki ruang Sidang DPR setelah ia kembali dari pengobatan jantungnya di Singapore. Ketika Perdana Menteri Sir Michael jatuh sakit dan berobat selama satu tahun lebih di Singapore, Belden Namah dan Sam Basil mengumpulkan anggota2 Parlemen lainnya termasuk Hon. Peter O’Neil, Hon. Don Pomb Poyle, Hon. Sir Puka Temu, untuk menggulingan Somare dengan alasan kursi kepemimpinan (Prime Minister) kosong.
Hon. Peter O’Neil berhasil terpilih sebagai Perdana Menteri mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan oleh Sir. Michael Thomas Somare.
Itu terjadi pada tahun 2011/2013. Di saat Peter O’Neil terpilih dan menjadi Perdana Menteri PNG yang ke-7 inilah ULMWP terbentuk (2014 di Vanuatu) sebagai akibat dari aplikasi WPNCL tidak berhasil lolos dalam pertemuan MSG tahun itu di Port Moresby. Applikasi yang disodorkan oleh Dr. John Ottow Ondoame atas nama WPNCL itu ditangguhkan oleh PM O’Neill. PM Peter O’Neil menganjurkan PM Vanuatu Joe Natuman agar applikasi itu di tangguhkan hingga berbagai Organisasi Politik Pro-OPM/Papua Merdeka berkumpul dan mendirikan sebuah Front Pembebasan yang Bersatu untuk memudahkan tercapainya keinginan bangsa Papua untuk menjadi bagian dari MSG.
Dalam upaya2 yang dilakukan menuju pada pembentukan Front Pembebasan Papua yang Bersatu sebagai wadah kordinatif yang dikenal dengan nama ULMWP (United Liberation Movement for West Papua), almarhum Sam Basil juga ikut memberikan dorongan2 positip walaupun tidak terlibat secara langsung seperti Hon. Peter O’Neil, MP, perwakilan Distrik Ialibu-Pangia, Provinsi Pegunungan bagian Selatan.
Ah, sayang. Anak muda harapan orang melanesia di PNG.
Hon. Sam Basil, MP.
Selamat jalan ke rumah Bapa yang kekal.
Rest In Peace.